Headlines News :

Gemasaba Gresik Nilai Sambari-Qosim Gagal



GRESIK-Duet kepemimpinan Bupati Sambari Halim Radianto – Wabup Moh Qosim selama 2 tahun ini, mendapat penilaian jelek dari DPC Gerakan Mahahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Gresik. Penilian obyektif tersebut didasarkan hasil analisis  yang dilakukan bersama Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Timur.
“Secara nominal, pendapatan daerah naik tetapi pertumbuhan menurun dari 25 persen ke 4 persen,”ujar Dahlan dari Fitra Jawa Timur memaparkan analisisnya dalam acara Deklarasi DPC Gemasaba Gresik serta dialog public dengan tema “catatan kritis 2 tahun politik anggaran pemerintahan Sambari –Qosim,Minggu (30/9).
Ditambahkannya, dana perimbangan dari pemerintah pusat menjadi penyumbang terbesar pendapatan daerah.  Sedangkan pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) menurun pada tahun 2012. Begitu juga pendapatan lain-lain yang sah mengalami pertumbuhan yang minus.
“Dana alokasi umum (DAU) yang diterima Kabupaten Gresik terancam tidak dapat menutup kebutuhan belanja gaji. Sehingga, menyedot PAD untuk menutup gaji,”imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik H. M. Syafi’ AM yang hadir dalam dialog tersebut mengakui,bahwa, banyak potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak dan restribusi daerah tetapi sengaja tidak dimaksimalkan oleh eksekutif. Padahal, PKB melalui anggota dewan selalu melakukan kritik konstruktif pada eksekutif.
“Misalkan, pendapatan dari parker. Setelah kita hitung jumlah kendaraan di Gresik dengan pendapatan dari parker sangat tidak seimbang. Perhitungan kita, pendapatan dari parkir bisa Rp. 14 milyar. Dengan asumsi setiap pemilik kendaraan minimal 10 kali dalam setahun pernah parkir. Tetapi, PAD dari parkir hanya sebesar Rp. 1,5 milyar. Kebocorannya sangat tinggi,”ungkap Moh Syafi yang merangkap ketua F-PKB DPRD Gresik itu.    
Sebenarnya, F-PKB selalu mengkritisi dan  memberikan solusi melalui parkir berlangganan untuk menekan angka kebocoran dari pendapatan parkir. Kenyatannya, sulit untuk dilaksanakan eksekutif dengan berbagai dalih.
Dikatakan Syafi’ AM, pembvrosan anggaran serta ketidakadilan juga ada pada belanja gaji untuk honor kegiatan. Sebab, tidak seluruh PNS menerima honor pegawai. Hanya, SKPD yang memiliki kegiatan besar, maka mendapat honor.
“Makanya, tahun depan kita meminta ada renumerator. Sehingga, semua PNS dapat menerima honor dari kegiatan. Tidak dimonopoli oleh SKPD yang banyak kegiatannya. Kita tunggu janji Bupati Gresik yang akan merealisasi pada Tahun 2013 nanti,”pungkasnya.(sho)

Kolam Penampungan Air Gending Makan Korban



GRESIK-Diduga tidak bisa berenang, Erita Sari (4) bocah yang tinggal di Jl. Awikoen Tirta RT.  5 RW 02 Kelurahan Gending Kecamatan Kebomas dan Hesti Andriyani (28) warga Jl. Perwira Desa Cerme Lor Kecamatan tewas mengenaskan di tempat kolam penampungan air yang berada di kelurahan Gending Kecamatan Kebomas, Minggu (30/9).
Tim K3 dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk dan Tim SAR Ditpol Air Polda Jatim yang menyelaman di kolam seluas 900 meter dengan kedalaman 9 meter tersebut, awalnya hanya menemukan jasad Hesti Andriyani. Setelah melakukan pencarian selama 4 jam, akhirnya jasad Erita Sari ditemukan.
Informasi yang berhasil dihimpun,  kejadian berawal dari Hestu Andriyani bersama anaknya yang bernama Septiana (7) berkunjung ke rumah salah satu saudaranya di Jl. Awikoen Tirta RT 5 RW 02 bernama Ahmad Ermansyah. Kebetulan, ada teman sebaya Septiana bernama Erita Sari yang merupakan anak dari pasangan Ahmad Ermansyah dengan Anita.
Rumor yang berkembang di masyarakat sekiitar, kedatangan Hesti juga berkaitan ‘hubungan asmara’ yang dijalin dengan Muslim Huda. Sebab, status Hesti Andriyani sendiri adalah janda 1 anak. Sedangkan, Muslim Huda pekerjaannya mencari ikan dengan menebar jala ikan di tempat yang terlarang untuk dimasuki masyarakat umum tersebut.
Karena lingkungan disekitar kolam penampungan sangat rindang serta romantis untuk pacaran, Hesti Andriyani dan Huda hendak ke tempat tersebut. Ternyata, Erita Sari yang merengek minta turut serta ke lokasi penampungan air bersama Septiana. Akhirnya, mereka bersama-sama masuk ke lokasi tersebut.
Dasar sejoli yang sedang dimabuk asmara, Muslim Huda dan Hesti asyik berduaan dan melupakan mengajak dua bocah kecil dengan membiarkannya bermain sendiri meskipun jaraknya agak jauh. Kemudian, Huda juga nyambi melepaskan jalanya. Sebaliknya, kedua bocah kecil melihat air yang melimpah ditengah musim kemarau, langsung melepas baju untuk mandi di kolam penampungan.
Tak sempat melarang karena jaraknya jauh, Erita Sari dan Septiana langsung menyeburkan diri ke kolam sedalam 9 meter tersebut. Mengetahui bocah kecil yang masuk ke kolam dan gelagapan karena tak bisa berenang, Hesti Andriyani spontan berlari untuk menolong anaknya meskipun tidak bisa berenang. Celakanya, dia setelah berhasil menyelamatkan nyawa anaknya, justru terpeleset hingga kecebur dalam kolam penampungan air. Alhasil, keduanya tenggelam tanpa sempat mendapat pertolongan dari Huda    
Menurut penuturan Agus (40), paman Erista Sari, bahwa, keponakannya selalu minta ikut masuk ke lokasi kolam penampungan air untuk bermain. Termasuk, sebelum kejadian justru merengek minta ikut kesitu.
“Biasanya (Erita Sari) memang selalu ikut kesana,”ujarnya kepada wartawan yang menemui dirumah.
Huda yang selamat segera meminta pertolongan serta melaporkan ke warga setempat. "Sari yang menjadi korban memang warga Desa Gending. Sedangkan Hesti pendatang," kata Sugiarto yang merupakan Ketua RT 05 RW 02 Kelurahan Gending Kecamatan Kebomas.
Kapolres Gresik AKBP Zulfikar Tarius yang turun langsung ke lokasi kejadian didampingi Kapolsek Kebomas Kompol Yulianti membenarkan adanya kejadian 2 perempuan yang tenggelam tesrebut.
"Kami juga mendatangkan petugas Ditsatpol Airud dari Polda Jatim," ujarnya.(sho)

5 Kabupaten Masuk Daerah Tertinggal



GRESIK-Sebanyak 5 Kabupaten di Jawa Timur dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Untuk itu,  Kementerian Negera Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) bakal melakukan percepatan pembangunan infrastruturnya. Demikian ditegaskan Menteri Negara Percepatan Daerah Tertinggal (Menneg PDT), Ir HA Helmy Faisal Zaini di sela-sela Haul Akbar Pondok Pesantren Bumi Aswaja Desa Wonokerto Kecamatan Dukun.
Secara nasional, sambung pejabat dari PKB itu, daerah yang berstatus tertinggal ada 183 Kabupaten. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen berada di Indonesia bagian Timur. Sedangkan daerah dengan status tertinggal di Jawa Timur  yakni Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Situbondo dan Bondowoso.
“Disebut berstatus tertinggal, karena ada kekurangan insfrastruktur. Diantaranya sebagian desanya ada yang belum saluran air bersih, listrik belum ada, hingga sarana dan prasarana transportasinya kurang. Namun, secara keseluruhan indek kepuasan di Jawa Timur cukup baik,” ungkapnya didampingi Seketraris Dewan Syuro DPP PKB, Andi M. Ramly setelah meresmikan SMK Bumi Aswaja.
Helmi Faizal juga menyebut, selain 70 persen di kawasan Indonesia Timur, sisanya sekitar 30 persen berada di kawasan Indonesia Barat. Yaitu di Jawa Barat antara lain Banten, Pandegelang, Garut, dan Sukabumi. Sedang untuk daerah tertinggal di Jawa Tengah, dia menyatakan tak ada, hanya Kabupaten Banjarnegara yang masuk dalam pembinaan selama tahun.
“Rata-rata kawasan desa yang masih minim. Kalau kami hitung sampai saat ini ada 26 ribu desa yang berstatus tertinggal dan perlu pembinaan dan percepatan pembangunannya,” tegas dia.
Guna mengentaskan daerah tertinggal itu, sambung Menneg PDT telah mengalokasikan anggaran senilai Rp1,3 triliun. Dia mengharapkan dukungan dari pihak ketiga, dari kalangan pengusaha agar program corporate social responsibility (CSR) diarahkan ke daerah tertinggal.
”Kalau mengharapkan dari APBN terlalu kecil. Maka itu untuk membantu mempercepat pembangunan harus ada partisipasi dari swasta,” ujarnya.(sho)

Gresik Jaloe Heritage Walk


GRESIK- Gerak jalan memperingati Hari Olahraga Nasional (haornas) ke 29 serta peringatan 2 tahun pemerintahan Sambari-Qosim diikuti oleh sekitar 10 ribu peserta.Selain itu, banyak sekali kelompok yang larut bersama peserta. Seperti kelompok sepeda kuno Gresik,KONI dengan masing-masing cabang olah raganya. Maupun Ultrasmania dengan  membawa tetabuhan layaknya ketika mereka nonton pertandingan bola di stadion. Tak hanya itu, kelompok yang berseragan kuning ini juga membawa beberapa spanduk sambil meneriakkan yel-yel disepanjang perjalanan.
Saat peserta melewati Jalan Usman Sadar, dipertigaan Sukorame peserta dihibur oleh kelompok hadrah plus kendang.
Dari depan Wahana Ekspresi Pusponegoro di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik melepas Gerak jalan ’Gresik Jaloe Heritage Walk’ Minggu (30/9).  
Para peserta Gerak Jalan melewati beberapa tempat yang banyak memiliki gedung tua yaitu mulai dari Jaksa Agung Suprapto, melewati jalan KH. Zubair (Komplek Malik Ibrahim), lewat Wahid Hasyim, Raden Santri, HOS Cokroaminoto (Hotel Batik), Masuk Nyai Ageng Arem-arem (Komplek Gajah Mungkur dan Kampung Kemasan), KH. Kholil, Sindujoyo, Usman Sadar dan kembali ke Jaksa Agung Suprapto.
Pada event gerak jalan kali ini, sengaja panitia memilih tempat-tempat dimana tempat ini merupakan area yang banyak memiliki gedung-gedung sebagai cagar budaya.
“Pemkab Gresik ingin menunjukkan kepada seluruh masyarakat Gresik bahwa Gresik memiliki dan kaya akan cagar budaya”ujar Sambari sebelum melepas peserta.”jangan sampai masyarakat tidak tahu kalau di Gresik ada tempat-tempat bersejarah dan yang sering dikunjungi orang luar Gresik,’ujarnya.(sho)

Haul Jadi Tradisi Pencerahan



GRESIK-Kegiatan haul, sholawatan dan sejenisnya memliki peran penting dalam kehidupan beragama di Indonesia.  Sebab, hal tersebut termasuk tradisi yang merupakan kegiatan pencerahan sekaligus meneruskan tradisi yang dikembagkan leluhur. Demikian ditegaskan Menteri Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) Ir. HA. Helmy Faisal Zaini dalam Haul Akbar Pondok Pesantren (PP) Bumi Aswaja di Desa Wonokerto Kecamatan Dukun, Sabtu (29) malam.
“Salah satu kunci keberhasilan dakwah di Indonesia yakni mengambungkan tradisi yang sudah ada dibingkai dengan tata nilai,”ujarnya.
Dijelaskan, awalnya masyarakat Indonesia adalah animisme. Kemudian, masuk agama Hindu  hingga Agama Islam yang berkembang sangat pesat. Masuknya agama Islam dengan berbagai cara yakni perdagangan, perkawinan maupun dakwah. Seperti dakwah bil Maudhotil Hasanah yang dikembangkan Walisongo.
“Terjadi perdebatan Sunan Kalijaga dengan Sunan Giri terkait model dakwah dengan mengadopsi tradisi yang ada. Misalkan, tradisi wayang.  Sunan Giri tak setuju kalau dakwah menggunakan media wayang karena mirip makhluq ciptaan Tuhan. Selain itu, menyerupai manusia. Kemudian, Sunan Kalijaga mengembangkan wayang yang wajahnya tidak mirip manusia dengan wajah dipencengkan. Misalkan, petruk yang hidungnya dipanjangkan,”urainyua.
Dalam berdakwah, Sunan Kalijaga mengumumkan ke masyarakat yang suka nonton wayang kalau hendak nonton wayang taanpa dipungut biaya. Mereka cukup bayar dengan sekaten atau syahadatan.
“Luar biasa, tradisi yang dikembangkan oleh Walisongo sehingga sekarang penduduk Indonesia menjadi pemeluk agama Islam terbesar di dunia,”tandasnya.
Kegiatan seperti haul ataupun selamatan merupakan kegiatan untuk meneruskan tradisi yang sudah beberapa abad lalu.
Kegiatan dakwah Islam yang dikembangkan oleh Walisongo di Indonesia, sama seperti yang dijalankan oleh Rasulullah Muhammad SWA yakni Islam yang rahmatan lil alamin dengan tujuan menyempurnakan akhlaq manusia. Sebab, Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.
"Akhlaq menjadi panglima tertinggi dalam Islam. Dengan akhlaq yang baik, kita mampu menghadapi berbagai perubahan jaman maupun menjalankan amanah,”paparnya.
Salah satu contoh kecil akhlaq mulia yakni  perkataan yang baik lebih bagus daripada sodaqoh dengan kata-kata yang menyakitkan.(sho)

Buruh Geruduk Jamsotek Gresik



GRESIK-Ratusan buruh yang tergabung dalam Kahut SPSI Gresik dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi)  melakukan aksi unjuk rasa di kantor Jamsostek serta Disnakertrans Gresik, Kamis (27/9). Mereka menuntut agar Disnakertrans Gresik menindak tegas perusahaan yang tidak memenuhi hak-hak buruh. Seperti, PT. Panalux Multi Top, PT. Aston Adhi Jaya maupun buruh outsourcing di PT. Petrokimia Gresik.
Yang paling fatal yakni PT Ossi Woods Prima karena melakukan PHK sepihak. Sialnya, perusahaan tersebut membayar pesangon buruh  berupa giro. Ketika dicairkan ke bank, ternyata kosong.
 “Ada sekitar  20 pekerja yang menerima giro. Setelah dicairkan di bank, ternyata giro kosong, “ kata Ketua DPC Kahut SPSI Gresik, Subari dengan nada dongkol, kemarin.
Setelah giro tidak dibisa dicairkan, lanjut Subari, buruh ditawari untuk bekerja lagi. Namun, perusahaan menawarkan sistim borongan. Tak pelak, buruh menolak karena mereka seolah dipermainkan pihak perusahaan dengan menghilangkan masa kerja.
“Saya yakin ada indikasi menghilangkan masa kerja para buruh itu, sehingga kami meminta Disnaker menindak tegas masalah itu,”tuturnya.
Dalam aksi  di kantor PT. Jamsostek Cabang Gresik, mereka menuntut pelayanan kesehatan yang maksimal. Sebab, buruh sebagai anggota Jamsostek ternyata tidak mendapat pelayanan yang baik. Terbukti, mereka ditolak dengan alasan pihak perusahaan masih menunggak pembayaran.
“Sudah ada 45 pekerja yang ditolak saat meminta pelayanan kesehatan dengan menunjukkan kepesertaan Jamsostek. Karena PT Ossi Woods Prima masih menunggak pembayaran Jamsostek. Padahal, gaji pekerja sudah dipotong untuk iuran tersebut,”imbuh Subari.
Kepala Cabang Jamsostek Gresik, Thoriq Ahmadi membenarkan PT OSSI Wood Prima menunggak pembayaran iuran Jamsostek. Sehingga, pelayanan kesehatan untuk pekerja diperusahaan tersebut, terkunci.
“Aturannya, jika ada penunggakan pembayaran iuran secara otomatis tidak bisa dilakukan pelayanan kesehatan.  Kami berharap secepatnya perusahaan secepatnya melunasi pembayaran iuran itu,”tukasnya.
Secara terpisah, Kadinakertrans Gresik,  Edi Purwanto menyayangkan sikap Jamsostek yang mengunci pelayanan kesehatan bagi buruh karena perusahaannya menunggak iuran. Menurutnya, pelayanan kesehatan harus tetap berlangsung meskipun perusahaan menunggak iuran Jamsostek.
“Kalau urusan tunggakan, biar Disnaker yang menindak perusahaan. Pelayanan kesehatan harus tetap dilaksanakan. Kita juga ada kerjasama dengan Jamsostek dan Kejaksaan. Kalau perusahaan yang menunggak, maka menjadi urusan ketiga institusi ini. Kasihan pekerja kalau pelayanan kesehatan dihentikan,”kecamnya.
Terkait, PT. Ossi Wood Prima yang membayar pesangin dengan giro kosong, Edi Purwanti mengaku secepatnya melakukan pengecekan melalui serikat pekerja disitu.
 “Kami akan cross chek terkait laporan dari para pekerja ini. Minggu depan, akan kami akan segera memanggil pihak perusahaan untuk klarifikasi terkait hal itu,”pungkasnya. (sho)

Siswa SD Menentang Film ‘Innocence of Muslims'



GRESIK-Siswa SD Muhammadiyah 1 (Mutu) melakukan aksi menentang film ‘Innocence of Muslims (IOM), Kamis (27/9). Sambil membentangkan spanduk bertuliskan” Tarik Film IOM dari Youtube, Muhammad is not Youtube dan He is a Great Mesenger. Selain itu, mereka berorasi juga melakukan teaterikal.  Menariknya, orasi yang dilakukan dengan 3 bahasa yakni Bahasa Indonesia, Inggris dan Bahasa Arab.
“Saya sebagai pemeluk agama Islam tidak terima, Rasulullah SAW mendapat hinaan dalam film itu. Saya berharap Film itu dicabut dari Youtube dan pembuatnya mendapat hukuman setimpal,”  kata Deva Bekti Sartika, siswi kelas VI.
Dalam adegan teaterikal, mereka mengambil kisah keteladanan Rasulullah SAW dengan penuh kasih sayang menyuapi orang Yahudi yang buta . Padahal, orang buta mengolok-olok Nabi Muhammad.  Ia tidak tahu jika yang menyuapi itu adalah Rasulullah SAW.
Menurut Andi Purnomo, guru pendamping, visual itu menunjukkan meskipun orang lain memperolok dan menghina Rasulullah SAW, tetapi Nabi Muhammad SAW tidak marah bahkan dengan penuh kasih membantu kesulitannya.
“Ketika Rasulullah wafat, ia baru tahu jika yang menyuapi adalah Rasul akhir jaman, akhirnya dia masuk Islam, “ jelasnya.
Regina Roll, seorang guru dari Jerman yang datang sebagai native speaker di SD Mutu ikut mengecam tindakan pembuatan film yang melukai pemeluk agama muslim.
“Saya sangat tidak setuju dengan pambuatan Film Innoncence  yang menyakiti perasaan orang muslim.  Sebab dalam Film tersebut, mereka menghina nabinya yang sangat dihormati.  Saya ikut mengecam, “ ujar Regina dalam bahasa Inggris.
Sementara itu, Kepala SD Mutu, Lilik Isnawati mengatakan, bahwa, aksi yang dilakukan anak didiknya untuk menunjukkan ke dunia, jika film IOM  tidak patut ditonton karena menghina Rasulullah. Ia berharap Film itu segera dicabut.
“Anak-anak melakukan aksi damai memprotes beredarnya film yang membuat perasaan masyarakat muslim terluka, “ pungkasnya.(sho)

Pembunuhan Pasangan Kumpul Kebo Disidangkan



GRESIK-Kasus pembunuhan pasangan kumpul kebo dengan terdakwa Benhard Yohanes alias Beny (37) warga Desa Kahakitang Kecamatan Tatoareng Kabupaten Sangihe Sulawesi Utara atau bertempat tinggal di Jl.Intan Desa Petiken Kecamatan Driyorejo mulai digelar dalam persidangan di PN Gresik, Kamis (27/9).
JPU Suprayitno SH menjerat dengan dakwaan primair dan subsidair. Dalam dakwaan primair, terdakwa dijerat dengan pasal 338 KUHP karena dengan sengaja melakukan pembunuhan. Ancaman maksimal yakni  hukuman penjara selama 15 tahun  Sedangkan dalam dakwaan subsidair terdakwa dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP yakni penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Dalam dakwaan, Suprayitno SH menjelaskan, bahwa, pada Selasa (29/5) sekitar pukul 02.30 WIB bertempat di Jl.Intan kolam pancing perumahan Kota Baru Desa Petiken,  terdakwa Benhard Yohanes dengan sengaja melakukan penganiyaan dengan cara memukul wajah dan kepala korban menggunakan paving sehingga mengakibatkan korban Emiati meninggal dunia.
Awalnya, erdakwa mengajak korban ke warung miliknya di Moroseneng Keluruhan Klakahrejo Kecamatan Benowo. Dilokalisasi prostitusi tersebut, mereka pesta miras. Akibat dibakar cemburu, terdakwa berusaha mengklarifikasi hubungan Emiati dengan saudara terdakwa bernama Demak.
"Korban, lalu di ajak ke rumah Demak di daerah Lakarsantri namun tidak bertemu. Ditempat itu, korban lalu dianiaya oleh terdakwa hingga pingsan. Tidak hanya itu, korban yang dalam keadaan pinsan tersebut langsung dibawa ke warung milik terdakwa di Desa Petiken Kecamatan Driyorejo. Ditempat itulah terdakwa lalu menghabisi nyawa korban," tegas Suprayitno.
Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Mustajab SH akhirnya ditunda sepekan dengan agenda pemeriksaan saksi.(sho)

PDAM – Semen Gresiik Gegeran


GRESIK-Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Gresik terlibat gegeran dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Buktinya, pembelian air bersih yang diajukan oleh PT. Semen Gresik (Persero) Tbk untuk droping air bersih bagi masyarakat di Kabupaten Gresik, justru ditolak oleh manajemen PDAM Gresik.
"Kami sudah mengajukan permintaan pembelian air bersih untuk droping pada masyarakat di 12 desa yang ada di Kecamatan Benjeng, tetapi ditolak oleh PDAM Gresik. Padahal, kami yang menyediakan kendaraan dan lain-lainnya," ujar Kepala Biro Humas PT Semen Gresik (Persero) Tbk, Hary Subagio dengan nada kecewa, Rabu (26/9).
Padahal, kekeringan di Kabupaten Gresik sudah melanda hampir 109 desa yang tersebar di 13 kecamatan. PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yang peduli, melakukan droping sebanyak 50 tangki air bersih. Bantuan tersebut diambilkan dari program corporate social responsibility (CSR) untuk droping di 12 desa di Kecamatan Benjeng. Yaitu, Desa Bulurejo, Munggugianti, Lundo, Balongtunjung, Balongmojo, Bulang Kulon, Gluran Ploso, Bengle Lor, Kedung Rukem, Delik Sumber, Sedapur Klagen dan Kalipadang.
Akibat PDAM Gresik menolak pembelian air bersih tersebut, truk tangki yang disediakan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk urung  mengambil air bersih dari tandon PDAM Gresik yang ada di Kecamatan Cerme. Padahal, truk tangki tersebut sudah antri untuk pengambilan air bersih disitu.
Kemudian, pihak PT. Semen Gresik mencari alternatif pembelian air bersih di Desa Suci Kecamatan Manyar.  Beruntung, tersedia air bersih yang pembelian dalam jumlah besar tersebut. Sehingga, program bantuan air bersih untuk 12 desa di Kecamatan Benjeng dapat direalisasikan.
"Kami memahami (PDAM Gresik). Tetapi, bagi kami yang terpenting bantuan air bersih tetap berlanjut. Karena itu, kami membeli air dari Desa Suci," imbuh Hary Subagio.
Warga yang mendengar terjadinya gegeran antara PDAM Gresik dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, merasa kecewa dengan sikap manajemen PDAM Gresik. Seperti Sutiyono selaku Kepala Dusun Munggu, Desa Munggugianti maupun Imam Shofwan Marzuki selaku Kepala Desa Bulurejo.
Menurut Sutiyono, warganya sangat membutuhkan air bersih. Karena sejak dua bulan terakhir warganya kesulitan air bersih khususnya untuk memasak.
"Terpaksa kami membeli air gledekan dengan harga Rp16 ribu. Satu gledekan isinya sepuluh jirigen dengan masing-masing isi 20 liter. Itupun hanya cukup untuk beberapa hari. Karena itu, kami sangat menyayangkan PDAM Gresik yang menolak pembelian air untuk bantuan droping air dari PT. Semen Gresik," katanya.
Sedangkan Kades Imam Shofwan mengatakan, bahwa, warganya terpaksa membeli air tangki dengan harga Rp120 ribu,  sejak dua bulan lalu. Untuk satu tangki air mampu memenuhi kebutuhan air selama dua pekan.
"Kami memang dapat bantuan dari Pemkab Gresik sebanyak enam tangki. Itupun untuk enam dusun di Bulurejo. Setelah itu tidak lagi mendapat bantuan air bersih. Padahal kami cukup memerlukan bantuan air tersebut," katanya.
Secara terpisah, Direktur Utama PDAM Gresik, Muhammad SE kepada wartawan mengakui pihaknya memang menolak permintaan air dari PT Semen Gresik. Alasannya, persediaan air bersih menipis. Selain itu, pihaknya kecewa pada PT. Semen Gresik. Sebab, PDAM Gresik pernah meminta air bantuan dari PT Semen Gresik, tetapi ditolak.
"Sekarang ya kami yang menolak. Meski bantuan air bersih itu untuk warga Gresik. Kecuali permintaan air dari BPBD Gresik, kami layani. Kalau pihak lain, kami menolaknya, " tukasnya.(sho)

Dicekoki Toak, Lalu Digarap



GRESIK - Terdakwa Syamsul Arifin alias Ipin (20) warga Jl.Usman Sadar Gg 18/40 Kelurahan Karangturi Kecamatan Gresik diseret ke persidangan di PN Gresik dengan Majelis Hakim yang diketuai Mustajab SH, Rabu (26/9). Pasalnya, dia berbuat jahat dengan mencekoki minuman keras anak dibawah umur -sebut saja- Melati (15). Kemudian, gadis malang yang sedang teler tersebut digagahi dirumah temannya yang berada di Jl.Usman Sadar.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  Palupi Sulistyaningrum SH  menerangjam ada hari Senin (18/6) sekitar pukul 16.00 WIB bertempat didalam kamar rumah Usman yang berada di Jl. Usman Sadar, korban Melati yang masih dibawah umur telah disetubuhi terdakwa hingga hilang keperawanannya.
"Sebelum disetubuhi, korban dihubungi terdakwa untuk diajak jalan-jalan ke Ramayana. Namun, bukannya di ajak ke Ramayana, korban malah dicekoki tuak di Jurang Kuping Benowo. Puas mencekoki tuak sampai  korban mabuk, kemudian korban dimasukkan kamar dan disetubuhi," ujar Palupi S dalam dakwaannya.
Untuk itu, JPU Palupi S menjerat terdakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 18 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No.23 tahun 2002 tentang Perlingungan Anak dan Perempuan.(sho)

Launching Pilot Project Desa Berwawasan Pendidikan


GRESIK- Desa Sidomulyo Kecamatan Sidayu di-launching sebagai Desa Berwawasan Pendidikan oleh  Bupati Dr. Sambari Halim Radianto, Rabu (26/9) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita dipintu masuk ruang informasi pendidikan yang terletak di kantor desa.  Selain itu, ditandai dengan penombolan sirine yang dihubungkan dengan loudspeker atap dengan ciri khas setelah sirine berbunyi berkumandanglah suara doa akan belajar. 
Menurut salah seorang warga bernama Agung Sudafid, bahwa, sirine tersebut sebagai tanda awal belajar yang biasa berbunyi mulai jam 18.00 WIB.
”Kalau dengar sirine itu, semua tv yang ada di desa harus dimatikan. Lalu diikuti oleh seluruh pelajar yang ada di desa memulai belajar,”ujarnya.
Ditambahkan mahasiswa Universitas STIA Qomaruddin itu, masyarakat di desa tersebut dengan penuh kesadaran, ketika mendengar sirine langusng mematikan TV. Bahkan anak-anak yang berada diluar rumah, segera masuk  untuk memulai belajar.
Tokoh masyarakat Desa Sidomulyo, Ali Affandi mengakui,bahwa, penduduk desanya berpendidikan Sarjana Strata 1 (S1) sebanyak 151 orang dan 11 diantaranya telah menyelesaikan pendidikan Megister (S2) dari jumlah penduduk sebanyak 967 orang.
“Disini tidak ada buta huruf,”tandasnya
Pendidikan di desa Sidomulyo sudah menjadi budaya. Diantara para senior saling membantu yuniornya dengan memberikan bimbingan privat dan bantuan belajar. Tak hanya itu, pihak desa juga menyiapkan dengan menyediakan area hotspot dibeberapa tempat serta menyediakan informasi pendidikan dengan perangkat TI yang memadai.
Dengan dijadikannya desa Sidomulyo menjadi desa berwawasan pendidikan, maka pengurus desa setempat telah menyiapkan aturan yang mengikat. Misalnya Peraturan Desa (Perdes) untuk menguatkan peran serta masyarakat terkait penunjukan desa Sidomulyo sebagai desa berwawasan pendidikan.
Kades Sidomulyo, Tatib mengatakan,bahwa Perdes sudah mengatur jadwal jam wajib belajar mulai jam 18.00 – 20.00 WIB.  Pada jam tersebut, rumah tangga serta warung-warung yang buka diharap mematikan TV.
“Juga larangan untuk pelajar keluar rumah kecuali les dan kursus” katanya.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, pihak desa setempat sudah menjadwal masyarakat desa untuk menjadi Satgas sukses belajar.
“satgas ini yang berkeliling desa untuk menertibkan”ujar Tabib.
Melihat kenyataan ini Bupati Gresik sangat mendukung upaya Dewan Pendidikan Gresik yang menjadikan Desa Sidomulyo sebagai pilot project Desa Berwawasan Pendidikan.
“Kami berharap agar desa ini menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain di Gresik atau di Jawa Timur bahkan di Indonesia,”ujarnya.
Bupati Sambarik juga berjanji untuk menyiapkan anggaran pada APBD Gresik Tahun 2013 untuk Desa Berwawasan Pendidikan sesuai usulan dari Ketua Dewan Pendidikan Gresik, Drs. KH. Ach. Fathoni AS.(sho)

Lahan Aquatic Sebelah Kembar Group


Lahan Aquatic persis sebelah UD. Kembang Group
GRESIK-Pembebasan lahan untuk Aquatic atau kolam renang bertaraf internasional yang dialokasikan sebesar Rp. 11 milyar serta menjadi polemic di dewan karena disinyalir menguntungkan ‘orang dekat kekuasaan’ ternyata memiliki alasan yang kuat. Tak heran, menjadi sorotan tajam dalam pendapatan akhir (PA) fraksi sebelum pengesahan P-APBD Gresik Tahun 2012.
Buktinya, lokasi rencana lahan aquatic tersebut, persis berada disebelah galangan kayu ‘UD. Kembar Group’ yang notabene milik keluarga rezim yang sedang berkuasa di Kabupaten Gresik.
“Letaknya persis di depan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Gresik Pratama. Kalau sebelah barat, persis sebelahnya galangan kayu (Kembar Grup) itu,”terang Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Pemkab Gresik, Yusuf Anshori diruang kerjanya, Selasa (25/9).
Diterangkan mantan Camat Sidayu itu, lahan milik Pemkab Gresik hanya seluas 3 hektar yang persis menghadap ke Jalan Raya Dr. Wahidin Sudiro Husodo. Saat ini, ditumbuhi pohon mangga dan pisang. Selain itu, ada kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kebomas.
Kebutuhan lahan untuk aquatic, sambung Yuusf Anshori, seluas 6 hektar. Akhirnya, Pemkab Gresik harus melakukan pembebasan lahan seluas 3 hektar yang berada dibelakang lahan milik Pemkab Gresik.
“Rencana tanah yang kita bebaskan, milik warga. Bukan milik satu orang,”tandasnya.   
Ironisnya, kendati dewan sudah menyetujui anggaran sebesar Rp. 11 milyar dalam P-APBD Gresik Tahun 2012 untuk pembebasan lahan aquatic tersebut, namun mereka belum mengetahui persis letak lahan yang rencananya dibebaskan oleh Pemkab Gresik tersebut.
“Kita belum tahu persis letaknya lahan aquatic itu,”ujar Wakil Ketua DPRD Gresik, Hadi Kusono dengan ekpresi serius.
Legislatif, sambung Ketua DPC PDIP Gresik ini, menyetujui anggaran pembebasan lahan untuk Aquatic karena eksekutif berdalih pemerintah siap mengucurkan anggaran yang besar. Termasuk menyongsong pelaksanaan Asian Games yang direncanakan berlangsung di Jawa Timur pada 2019 mendatang.

“Yang jelas, kita mensinyalir kalau berkaitan dengan pembebasan lahan selalu menguntungkan mereka yang dekat penguasa,”pungkasnya.(sho)

Cabuli Balita, Tukang Servis Diadili


GRESIK-Kelakukan terdakwa Muhammad Zuhri (44) warga Desa Kalirejo RT.06 RW. 03 Kecamatan Dukun, sangat keterlaluan. Tukang servis elektronik itu, tega berbuat cabul dengan iwik-iwik kemaluan Mawar (4) bocah yang masih belia. Kini, dia harus menantikan hukuman penjara yang bakal dijatuhkan oleh Majelis Hakim yang diketuai Sudarwin SH dalam persidangan di PN Gresik.
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurlaila SH menerangkan, terdakwa Muhammad Zuhri yang memiliki keahlian servis elektronika pada Kamis (21/6) lalu, dipanggil oleh orang tua Mawar bernama Subhika untuk memservis TV miliknya yang rusak.
Kemudian, terdakwa datang ke rumah Subikha yang berada di Desa Golokan Kecamatan Sidayu. Pada saat itu, Mawar sedang tidur dikamarnya. Sedangkan Subikha memasak di dapur. Tak lama berselang, TV yang rusak berhasil diperbaiki sehingga dapat menyala kembali.
Suara TV yang kembali normal setelah diservis, ternyata membuat Mawar terbangun dari tidurnya. Dasar anak kecil, menyaksikan TV sudah dapat dihidupkan, dia ingin menyalakan untuk nonton TV. Namun, Muhammad Zuhri melarang untuk dinyalakan karena pekerjaan servis belum kelar. Akhirnya, Mawar menunggu sambil tidur-tiduran di depan TV.
Ternyata, Mawar tidur-tiduran tanpa mengenakan celana dalam. Kendati demikian, birahi Muhammad Zuhri memuncak meski melihat anak kecil tidak memakai celana. Dengan nafsu bejatnya, terdakwa meraba kemaluan bocah itu. Kemudian, jarinya dimasukkan dalam kemaluan anak yang masih ingusan tersebut selama 1 menit.
Perbuatan cabul tersebut dipergoki oleh Subhika yang langsung marah. Akhirnya, Muhammad Zuhri dilaporkan ke polisi karena melakukan cabul. Selain itu, dilakukan visum pada Mawar. Hasil visum et repertum oleh dr. Achmadi Sp.OG di RSUD Ibnu Sina Gresik menunjukkan, bahwa, bibir besar kemaluan Mawar terdapat luka lecet 5 mm.  
Dalam dakwaan kesatu, terdakwa dijerat dengan pasal 82 UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Sedangkan pada dakwaan kedua, JPU Nurlaila SH menjerat dengan pasal 290 ayat (2) KUHP.(sho)

Pura-pura Cari Sumbangan, Eh Maling


GRESIK-Ahmad Saeho (30) warga Desa Dadapan Kecamatan Kabat, Banyuwangi dijebloskan dalam tahanan Mapolsek Manyar, Selasa (25/9). Pasalnya, dia kepergok mencuri tas milik Lukman Hakim (19) pelajar yang tinggal di Jl. Bondowoso 38 Perum Gresik Kota Baru (GKB) Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar.
Ceritanya, Lukman Hakim pulang sekolah, mampir dulu ke rumah temannya bernama Mahendra. Ketika duduk di ruang tamu, tas miliknya sengaja diletakkan di teras rumah. Ternyata, Ahmad Saeho yang berpura-pura mencari sumbangan masuk di depan. Sebab, pintu pagar rumah bagian depan terbuka. Sebelum melakukan aksi, tersangka meminta salah satu temannya menunggu di luar pagar. Setelah berhasil mencuri tas, pelaku langsung naik motor yang dikendarai oleh temannya.
Mengetahui, tasnya dicuri, Lukman Hakim berteriak meminta tolong sehingga mengundang warga sekitar. Tanpa banyak bicara, warga langsung mengepung agar tersangka tak bisa lolos. Sialnya, justru Ahmad Saeho tertinggal temannya yang lansung tancap gas ketika diteriaki maling. Alhasil, tubuhnya menjadi sansak empuk oleh masyarakat yang terbakatr emosinya. 
Beruntung, polisi sedang patroli langsung mengamankan dari amukan massa. Akhirnya, tersangka digelandang ke Mapolsek Manyar. Selain itu, polisi mengamankan barang bukti berupa tas hitam, dua lembar surat tugas untuk minta sumbangan dari sebuah yayasan di Banyuwangi yang dipakai sebagai kedok dalam menjalankan kejahatan.
Kapolsek Manyar AKP Darsuki mengatakan,bahwa, tersangka telah dijebloskan penjara guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kita juga sedang melakukan pengejaran pada tersangka yang masih kabur,”ujarnya.(sho)

Dewan Plesir Lagi



GRESIK-Aktifitas anggota DPRD Gresik dalam satu bulan ini, terfokus melakukan plesir dengan berbagai dalih pembenar. Padahal baru sepekan silam, mereka melakukan plesir yang dibungkus dengan kegiatan kunjungan kerja luar daerah (KKLD) propinsi. Kini berangkat plesir lagi yang dibungkus dengan kegiatan bimbingan teknis (Bintek) di Jakarta selama 3 hari.
Data yang diperoleh koran ini, terhitung sejak Senin (24/9) hingga Kamis (27/9), anggota dewan berada di Jakarta untuk mengikuti bintek sosialisasi Undang-Undang No. 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
“Undangan yang kita terima, ada kegiatan bintek. Kita berangkat dari bandara pukul 17.00 WIB,”ujar Asnun Taufiq, salah satu anggota dewan dari PKPI sambil menunjukkan undangan dari Sekretariat DPRD Gresik, Senin (24/9).
Ironisnya, kendati berangkat ke Jakarta dilakukan pada sore hari, namun sebagian besar anggota dewan memilih tidak masuk kantor. Padahal, waktu yang ada dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lainnya. Misalkan, melakukan sidak ataupun melakukan hearing untuk menindklanjuti aspirasi masyarakat. Sebab, banyak permasalahan yang belum dituntaskan oleh komisi-komisi di DPRD Gresik.
Informasi yang diperoleh koran ini, anggota dewan sengaja plesir agar anggarannya cepat terserap ditengah jadwal yang padat. Sebab, kegiatan bintek menambah penghasilan yang sah bagi anggota dewan.
“Setelah bintek, anggota dewan sudah terfokus menyelesaikan program legislasi daerah (Prolegda) untuk membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda). Kemudian, membahas KUA PPAS untuk R-APBD Gresik Tahun 2013. Setelah itu, fokus untuk membahas R-APBD Gresik Tahun 2013. Kalau tidak disempatkan bintek, hilang pendapatan kita yang sah,”ujar salah satu anggota dewan yang minta namanya tak ditulis dengan nada serius.(sho)

Akui Rampas Kamera Wartawan



GRESIK-Kendati berbelit-belit dalam memberikan keterangan di persidangan yang berlangsung di PN Gresik, Senin (24/9), akhirnya terdakwa Paulina Pradani (39) HRD  PT Indospring Tbk.  mengakui telah merampas kamera wartawan JTV,  Moh Amin dalam peristiwa kebakaran di perusahaan pegas pada 25 Mei lalu. Alasan terdakwa, privasinya terganggu karena pengambilan gambarnya terlalu dekat.
Ketika saya mengejar orang berjaket coklat yang mengambil gambar kebakaran. Tiba-tiba, Amin mengambil gambar saya dari jarak dekat. Akhirnya saya merebutnya, karena saya merasa terganggung privacy saya. Apalagi saya bukan artis,” katanya dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rimin SH.
Terdakwa Paulina Pradini mengaku tidak tahu kalau mereka yang datang untuk mengambil gambar dalam peristiwa kebakaran di perusahaannya adalah wartawan. Dia mengaku baru mengetahui kalau Moh Amin adalah wartawan setelah dipertemukan Dewan Pers untuk damai dengan korban.
“Saya tidak tahu, kalau itu wartawan. Karena semua orang bisa mengambil gambar dengan kamera,” ujarnya dengan senyam-senyum di persidangan.
Namun, Ketua Majelis Hakim Sudarwin, SH tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersebut. Sehingga, Wakil Ketua PN Gresik itu mencoba mengajak terdakwa berfikir logis. Yaitu, bahwa lokasi kebakaran di PT Indospring Tbk bukan tempat pariwisata. Sehingga, mereka yang datang, pasti wartawan untuk memberitakan terjadinya kebakaran.
“Kalau di tempat wisata. Pastilah siapa saja bias menggunakan kamera, termasuk saya. Ini kebakaran, masak masyarakat umum membawa kamera mengambil gambar,ungkapnya sambil menahan kecewa. 
Ironisnya, terdakwa Paulina Pradini sempat menyalahkan penyidik Polres Gresik. Hal itu diakuinya, saat Sudarwin mencecar perbedaan jawaban dari terdakwa dengan berita acara pemeriksaan (BAP).
Sebab, terdakwa dalam BAP mengaku tidak tahu menahu. Sedangkan pada pemeriksaan dipersidangan, terdakwa mengakui terganggu privacy-nya sehingga mengambil kamera M Amin dari JTV.       
“Saya saat diperiksa di kepolisian merasa tertekan dan diarahkan. Makanya, saya menjawab dengan mengambil amannya saja. Kalau di persidangan saya bisa bebas mengungkapkan,” terangnya.
Sedangkan JPU Rimin SH mengaku kalau pemeriksaan terdakwa  sudah cukup untuk menjerat Pasal 18 UU 40/1999 tentang Pers. Bahwa, dalam kesempatan itu, terdakwa sempat mengakui menyesal dengan merebut kamera M Amin JTV.
“Bagi kami, itu sudah bentuk pengakuan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, terdakwa yang menduduki posisi human resource departmen (HRD) di PT Indospring Tbk diseret ke meja hijau karena didakwa menghalang-halangi tugas wartawan saat meliput kejadian kebakaran di perusahaannya pada 25 Mei lalu.(sho)

30 Menit, 2 Nyawa Melayang



GRESIK-Dua nyawa melayang sia-sia dijalan hanya dalam kurun waktu 30 menit akibat kecelakaan lalu-lintas yang terjadi di wilayah hukum Gresik, Senin (24/9). Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Desa Tambak Beras Kecamatan Cerme.
Nawang Wulan Sari (22) warga Dusun Kalianyar Dasa Sidodadi  Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, tewas setelah sepeda motornya bertabrakan yang sepeda motor dikendarai Anang Sujatmoko (35) berboncengan dengan Siti Chumaidah (35) keduanya warga Desa Dahan Rejo Kecamatan Kecamatan Kebomas.
Informasinya, Nawang Wulan Sari yang mengendarai Honda Beat nopol  W-5933- ZD berjalan kencang dari arah Cerme menuju Bunder. Sesampai di Jalan Raya Desa Tambak Beras, berusaha menyalip pengendara lain. Celakanya, muncul dari arah berlawanan Honda Mega Pro nopol W- 6956- LG yang dikendarai Anang Sujatmoko. Alhasil, tabrakan keras tak dapat dihindari. Akibatnya, Nawang Wulan Sari tewas ditempat kejadian.
Berselang 30 menit kemudian, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Ambeng-ambeng Kecamatan Duduksampean.  Truk Fuso nopol H-1764- AA yang disopiri oleh Sulistiyono Yudo  (20) warga kampung Tegalrejo, Desa Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang,  menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas.
Informasinya, truk berjalan dari arah Lamongan menuju ke Gresik.Pada saat itu, ada dua sepeda motor Honda Vario yang dikemudikan oleh Wening Mustikasari (21) mahasiswi, Jl Pahlawan,Gg Kartini, Kelurahan Tumenggungan Kecamatan Lamongan dan sepeda motor Honda Vario nopol L-5343- EL yang dikemudikan oleh Dwi Cahyono (27) warga Desa Parang Batu Kecamatan Parengan, Tuban, berboncengan dengan Fitriya Wardani (24) warga Jl Karang Menjangan, Surabaya.
Kanit Laka Satlantas Polres Gresik, IPTU Sudjiran kepada wartawan membenarkan kecelakaan tersebut.Diakuinya, kecelakaan seringkali terjadi di hari senin karena kepadatan lalu lintas seusai libur kerja.
“Kami menghimbau kepada semua pihak agar berhati-hati dan tidak terburu nafsu mengejar jam kerja, supaya tidak terjadi kecelakaan,”pintanya. (sho)

Jambore Sepeda Kebo Berhadiah Kebo



GRESIK-Sekitar 2000 pecinta sepeda onthel kuno dari berbagai kota di Indonesia, 
mengikuti jambore nasional menjelajahi Kota Gresik, Minggu (23/9). Menurut Ketua Pembina Paguyuban Sepede Kebo Gresik (Pasekgres) Letkol Arh Eko Wibowo Kusrianto mengatakan kepada wartawan,bahwa, tujuan kegiatan jambore onthel kuno untuk melestarikan sepeda kuno serta memumpuk rasa nasionalisme kebangsaan. Sehingga, peserta yang ikut menggunakan atribut kebangsaan. 
"Sebagian besar peserta memakai atribut perjuangan tempo dulu. Baik itu pejuang atau tentara masa lalu," kata pria yang menjabat Dandim 0817 Gresik itu.
Keunikan jambore onthel yang diselenggarakan di Gresik, ada sepeda buatan tahun 1913 merek Fongrs buatan Belanda yang juga turut dipamerkan. Selain itu, ada juga sepeda buatan 1924 buatan Inggris (SunBeam) yang pada jamannya seringkali dipakai Presiden Indonesia pertama Soekarno. 
"Pada jaman itu sepeda tersebut konon ceritanya sangat laris di pasaran karena pernah dipakai oleh Pak Karno dan harganya pun bisa mencapai Rp 50 juta,"imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Jambore Onthel,  Kusnadi kepada wartawan menuturkan,bahwa,  kegiatan jambore ini ke depannya tetap akan dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, rencananya mengundang peserta lebih banyak lagi. 
"Saya tidak menyangka jumlah pesertanya cukup banyak. Sebab, pada jambore onthel di Gresik peserta yang ikut ada yang datang dari DKI Jaya, Jabar, Jateng, Jatim, maupun Kalimantan," tandasnya.(sho)

Bank Mandiri Kucurkan CSR ke SGF



GRESIK-Simbiosis mutualis ditunjukkan antara Bank Mandiri dengan PT. Semen Gresik (SG). Terbukti, Bank Mandiri mengucurkan dana coorporate social responbilitiy (CSR) kepada Semen Gresik Foundation (SGF)  senilai Rp. 2,5 milyar. Penyerahan secara simbolis telah dilakukan ditengah-tengah puncak perayaan HUT Semen Gresik ke- 55, akhir pekan kemarin. Sebelumnya, SG telah menerima stand by loan dari Bank Mandiri  sebesar Rp. 1 trilyun.
SGF adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan dalam  pelaksanaan pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) dari PT. Semen Gresik (Persero) Tbk.  Terhitung mulai tanggal 7 Agustus 2008,  Yayasan Wisma Semen Gresik (YWSG), Yayasan Cipta Nirmala Semen Gresik (YCNSG), dan Yayasan Makam Semen Gresik (YMSG) telah bergabung ke dalam SGF.
SG dan Bank Mandiri sebelumnya  sudah ada kerjasama untuk penyaluran dana program bina lingkungan sebagai wujud tanggungjawab sosial perusahaan untuk meningkatkan sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Kemudian SGF menyalurkan CSR dalam bentuk bentuk dana penunjang program kerja seperti program pendidikan dan sosial untuk wilayah Gresik, Lamongan dan Tuban. Selain itu, dana tersebut akan diberikan untuk beasiswa kepada guru dan siswa berprestasi dari Gresik, Lamongan dan Tuban. Untuk guru akan melanjutkan studi pasca sarjana.
“Kami terus mendorong program – program sosial perusahaan agar tak lagi bersifat karitatif dan filantrofis yang parsial. Program berdimensi jangka panjang, seperti beasiswa dan pelatihan kewirausahaan sangat diperlukan agar masyarakat sasaran bisa meningkatkan daya saingnya untuk memperbaiki kesejahteraan,” ujar Dirut Dwi Soetjipto dalam suatu kesempatan. (sho)

Pesta Mewah SG Ditutup Nidji


Grup musik asal ibukota, Nidji

GRESIK- Grup musik asal ibukota, Nidji   menutup puncak kemegahan peringatan HUT PT Semen Gresik (Persero) Tbk ke-55. Pesta mewah yang menelan dana milyaran rupiah tersebut, diberi tajuk Celebration Nite 2012, The Great Indonesia mampu memuaskan Nidjiholic –sebutan fans Nidji di Kota Gresik meskipun tengah dilanda krisis air bersih dan kekeringan akibat kemarau panjang. 
Dengan menampilkan berbagai lagu andalannya, Giring mampu menghipnotis serta mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.  
Sebelum Nidji tampil, insan pers yang bertugas di Kabupaten Gresik mendapat kehormatan menjadi salah satu pengisi acara yang bernyanyi keroyokan ala boyband. Membawakan lagu “Ada Cinta” yang dipopulerkan kembali oleh SM*SH. Tak ketinggalan, pesta kembang api, laser juga tampilan kelompok kreatif dari perwakilan Semen Tonasa dan Semen Padang.
Kepala Seksi Humas dan Media Luar Jakarta PT Semen Gresik, H. Faiq Niyazi SH mengatakan, acara digelar mulai pukul 17.00 WIB di depan Wisma A. Yani Semen Gresik .(sho)

Tim Volly Kebomas Jadi Juara


Bupati H. Sambari Halim Radianto dan tim SKPD

GRESIK- Tim volly putra Kecamatan Kebomas  akhirnya menjadi juara turnamen yang digelar dalam rangka hari Olah Raga Nasional (HAORNAS) ke XXIX tahun 2012 dan Peringatan 2 Tahun Kepemimpinan Sambari -Qosim (SQ). Dalam final yang berlangsung di halaman Parkir Timur Kantor Bupati Gresik, tim  putra Kebomas menundukkan tim putra Kecamatan Kedamean dengan skor 3-1. Bupati H. Sambari Halim Radianto menyerahkan hadiah lomba untuk Juara  I dengan hadiah uang pembinaan Rp. 3.000.000,- juara II mendapatkan uang pembinaan Rp. 2.000.000,- dan juara III yakni Kecamatan Dukun dan Kecamatan Duduksampean dengan uang pembinaan masing – masing 750.000,-.
Sebelum grandfinal digelar lebih dulu berlangsung pertandingan eksibisi antara Tim camat dengan Tim SKPD Pemerintah Kabupaten Gresik yang digawangi oleh Bupati H. Sambari Halim Radianto dan  Wakil Bupati H. Moch. Qosim. Alhasil, Tim SKPD mampu menang dengan skor 2-1 atas Tim Kecamatan. (sho)

SG Kucurkan Pembinaan Rp. 20 Juta


 Zainal memberikan dana pembinaan sebesar Rp. 20 juta

GRESIK-PT Semen Gresik (Persero) Tbk (SG) memberikan dana pembinaan sebesar Rp. 20 juta kepada 10 atlit Ski Air Jatim yang berprestasi pada  PON ke- XVIII di Pekanbaru, Riau. Dana pembinaan tersebut  sebagai wujud kepeduliannya terhadap peningkatan mutu olahraga nasional,
Menurut Kepala Departemen (Kadep) Pengembangan Pemasaran, Bambang Djoko, bahwa, PT Semen Gresik (Perssero) Tbk berupaya mendukung dengan membina dan memajukan atlit-atlit Jawa Timur. Khususnya, cabang olahraga Ski Air pada PON ke-XVIII tahun ini.
“Apresiasi kita berikan untuk atlit yang berprestasi di PON lalu. Khususnya, mereka yang meraih medali emas,” ungkapnya kepada wartawan, Jum’at (21/9).
Diharapkan, cabang olahraga (cabor) Ski Air makin berjaya dan termotivasi. Sehingga memiliki kemauan keras untuk meningkatkan prestasi hinggatingkat internasional.
“Ini merupakan  bagian dari tanggungjawab moral perusahaan terhadap masyarakat di lingkungan sekitarnya,”tukasnya.
Sekadar diketahui, kontingen Jatim dalam cabor Ski Air meraih 2 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Untuk medali emas diraih oleh atlit Galuh Mutiara Maulidina dari Gresik pada nomor Wake Board dan atlit Nur Tsuraya Priambodo dari Surabaya pada nomor Tricks. Di samping emas Galuh Mutiara juga meraih medali perunggu pada nomor Tricks. Secara umum pencapaian medali dari 10 atlit yang diterjunkan sudah melibihi dari 2 medali emas.(sho)

Pondok Krisis Air, Santri Salat Istisqa’





GRESIK-Kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan serta krisis air bersih mengetuk hati sekitar 1.000 santri Pondok Pesantren ((PP) Al-Ibrohimi di Desa Peganden Kecamatan Manyar untuk melaksnakan salat Istisqa’ di halaman ponpes  tersebut, Kamis (20/9). Salat berlangsung di tengah terik matahari tersebut, dipimpin langsung KH Khoirul Atho' selaku pemangku PP Al-Ibrohimi.
Sebelum memimpin salat, Gus Atho', panggilan akrab Khoirul Atho' menjelaskan, bahwa, nawaitu atau niat awal menggelar salat dua rakaat itu, selain pembelajaran praktek peribadatan, juga memohon kepada Sang Khalik supaya mengakhiri krisis air di musim kemarau ini.
Diakuinya, PP Al-Ibrohimi sendiri mengalami krisis air bersih yang dirasakan dampaknya sangat berat.
"Sumber-sumber air sudah pada kering. Kadang para santri sudah lompat pagar untuk sekedar numpang mandi diluar," katanya.
Untuk mengatasi kurangannya kebutuhan air, ponpes yang dihuni sekitar 1.200 santri tersebut,  disuplai air bersih sebanyak 5 truk tangki air setiap harinya.
 "Pada musim kemarau ini dibutuhkan dana Rp 5 jutaan setiap bulan untuk membeli air," imbuhnya.
Tidak kalah pentingnya, sambung putra pendiri Ponpes Al Ibrohimi itu, munculnya beberapa ritual sesat di tengah masyarakat untuk meminta turunnya hujan. Diantaranya, larung sesaji ke laut, mendatangi pepunden kampung yang dianggap keramat atau membakar kemenyan. Padahal, ritual tersebut bukan tuntunan agama.(sho)

Dewan Minta Pendidikan Gratis 12 Tahun


GRESIK-Pada tahun 2013 mendatang, Komisi D  meminta eksekutif menjalankan program wajib belajar selama 12 tahun dengan memberlakukan sekolah gratis di Kabupaten Gresik. Pasalnya, Peraturan Daerah (Perda) tentang sistem penyelenggaraan di Kabupaten Gresik sudah mengamanatkan kalau seluruh biaya untuk pendidikan dibebankan pada  APBD.
"Seluruh biaya operasional maupun investasi akan ditanggung oleh APBD Gresik Tahun 2013 nanti. Khususnya pendidikan menegah. Sehingga semua tingkatan pendidikan harus gratis. Kita sangat menginginkan itu ,"tutur Ketua Komisi D, Drs Chumaidi Ma'un dengan roman serius, Kamis (20/9).
Persiapan sekolah gratis untuk pendidikan selama 12 tahun, sambung politisi gaek ini, sudah dirintis paska pengesahan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Gresik Tahun 2012 ini.
"Kita sudah menyetujui anggaran sebesar Rp. 4,5 milyar dalam P-APBD Tahun 2012 untuk BOSDA (bantuan operasional sekolah daerah) bagi sekolah menengah,"imbuhnya.
BOSDA tersebut, kata Chumaidi Ma’un untuk tingkatan SMK dan SMA di Kabupaten Gresik. Jika diakumulasikan, maka rata-rata setiap siswa mendapatkan BOSDA sebesar Rp. 65.000,- setiap bulannya.
“Itu (BOSDA untuk SMK dan SMA) hanya berlaku setengah tahun ini,”tuturnya.
Sebenarnya, lanjut Chumaidi Ma'un, Komisi D sudah meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gresik untuk memberikan konsep kebutuhan biaya operasional maupun investasi untuk pendidikan menegah. Namun, Disdik Gresik hanya mengalokasikan anggaran untuk dana operasional.
Pos  anggaran untuk BOSDA tingkat SMK dan SMA berada di pos Disdik Gresik yang proses pencairannya melalui belanja langsung dengan program kegiatan. Penggunaannya khusus untuk siswa di sekolah negeri.
“Kalau sekolah swasta, ada di pos belanja bantuan sosial atau hibah,”tukasnya.
Diakui anggota dewan  dari F-PKB itu, kebutuhan siswa untuk pendidikan dasar mulai sekolah dasar dan sekolah menengah pertama telah tercover melalui BOS dari APBN maupun APBD Propinsi. Sehingga, beban anggaran dapat dikurangi dengan adanya alokasi dana dari pemerintah pusat dan propinsi.(sho)

Hamili Pacar, Maulana Dimejahijaukan


GRESIK-Gara-gara menghamili pacarnya yang masih dibawah umur, Catur Candra Maulana (26) warga Desa Sumput Kecamatan Driyorejo diseret ke meja hijau dalam persidangan di PN Gresik, Kamis (20/9).
Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rimin SH  menyebutkan bahwa  pada hari Sabtu (14/4) lalu  sekitar pukul 10.00 WIB, terdakwa mengirim SMS kepada pacarnya sebut saja Bunga (16) untuk datang ke rumahnya. Sebagai kekasih, Bunga tak keberatan untuk datang, apalagi keduanya tetangga dekat. Tak berselang lama, Bunga telah tiba dirumah yang situasinya sedang sepi itu.
Ketika dua insan yang sedang dimabuk cinta hanya berduaan, maka setan menjadi pihak ketiga yang membisikkan perbuatan nista. Alhasil, Catur Candra Maulana dan Bunga melakukan perbuatan  layaknya pasangan suami-istri. Bahkan, perbuatan mesum tersebut berlangsung hingga 3 kali dalam sehari. Akibat bisa ditebak, Bunga mengandung hingga 2 bulan.
Sebenarnya, ada upaya dari keluarga Candra Maulana untuk menikahkan keduanya sekaligus menutupi aib tersebut. Tapi, orang tua Bunga tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan Catur Candra Maulana. Akhirnya, perbuatan tersebut dilaporkan ke polisi karena Bunga masih dibawah umur.
"Atas tindak pidana ini, terdakwa akan kami jerat dengan pasal 18 ayat (2) UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak karena dengan sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan untuk melakukan persetubuhan pada gadis dibawah umur. Tidak hanya itu, pada dakwaan kedua kami akan menjerat terdakwa dengan pasal 293 ayat (1) KUHP," urai Rimin.
Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Sudarwin SH ditunda minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi.(sho)

Produsen Rotan Tawarkan Kerjasama


Rombongan Bupati Katingan berkunjung ke  Gresik

GRESIK-Rombongan Bupati Katingan Propinsi Kalimantan Tengah, Duwel Rawing berkunjung ke Kabupaten Gresik untuk melakukan penjajakan pemasaran bahan kerajinan rotan untuk suplay industri rotan di Gresik, Kamis (20/9). Mereka diterima Bupati Gresik di ruang Nyai Ageng Pinatih lantai II Kantor Bupati Gresik.
Bupati Katingan, Duwel Raming menyatakan, industri kerajinan rotan di Gresik khususnya dari kecamatan Menganti sangat bagus dan terkenal didaerahnya. Keadaan ini sangat potensial untuk pemasaran hasil hutan di daerahnya berupa rotan.
”Kami perlu adanya kerjasama agar pengrajin Gresik secara kontinyu mau membeli hasil hutan berupa rotan dari kami,”katanya.
Selain itu, Bupati Katingan juga menginginkan kerjasama berupa pemberian pembelajaran untuk membuat kerajinan rotan bagi masyarakat Katingan.
“Yang kami mendengar, kerajinan rotan disini sangat bagus. Makanya Kami berharap agar para pengrajin rotan Gresik mau memberikan sedikit ilmunya kepada masyarakat kami,”imbuhnya.
Rotan sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat di Katingan. Bahkan, masyarakat setempat membudidayakan rotan menjadi tanaman wajib. Sayangnya, harga rotan cenderung tidak stabil.
 “Kadang kalau harga sedang turun, masyarakat katingan enggan memanen hasil hutan ini”tukas Duwel Raming.
Permintaan tersebut mendapat tanggapan serius dari Bupati Dr. Sambari Halim Radianto. Untuk itu, pihaknya berjanji akan membicarakan keinginan tersebut dengan Asosiasi Pengrajin dan Pengusaha Rotan di Gresik.
 “Bagaimanapun, hal ini perlu dibicarakan dengan mereka. Karena mereka yang lebih tahu tentang spesifikasi kebutuhan rotan. Baik itu besaran, harga maupun kwalitasnya,”tuturnya.
Selanjutnya rombingan dari Katingan diantar berkunjung untuk melihat langsung sentra kerajinan rotan di wilayah Kecamatan Menganti. (sho)

Bupati Dipamiti Kontingen Pospeda Gresik



Santri dan santriwati yang berlaga pada POSPEDA V

GRESIK-Santri dan santriwati yang berlaga pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Daerah (POSPEDA) V pada tanggal 22 – 27 September 2012 di Jombang, pamitan dan minta doa restu kepada Bupati Dr. H. Sambari Halim Radianto  didampingi Wakil Bupati Drs H Moh Qosim M.Si di Kantor Bupati Gresik, Kamis (20/9).
Bupati memberi wejangan pentingnya menjaga kekompakan, disiplin waktu berlatih dan bertanding juga sportifitas pertandingan.
”Hadiah dari Pemerintah Kabupaten Gresik tentunya akan diberikan kepada penyumbang juara terbanyak dalam setiap cabang olahraga. Kita berharap, kalian membawa kembali Gresik untuk menjadi juara seperti pada tahun - tahun yang lalu, ” tegasnya.
Ketika pamitan, para kontingen didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadisbudpaprpora) Gresik. Siswadi Apriliyanto
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakndepag) Gresik, Dr H Haris Hasanuddin M.Ag, Kabag Administrasi Kesejahteraan, Khusaini dan Kabag Humas Andhy Hendro Wijaya.
“Ada 84 orang akan diberangkatkan mewakili kontingen Gresik yang akan berlaga dalam berbagai perlombaan olahraga dan seni,” ujar Siswadi Apriliyanto
Perlombaan yang akan dipertandingkan meliputi cabang olahraga dan seni yang terdiri atas atletik, bola volly, sepakbola, pencak silat, sepak takraw, bulutangkis, catur, tenis meja, pidato tiga bahasa, puisisasi Quran, lomba cipta puisi, isi kandungan Quran, fotografi islami, dan kaligrafi. Untuk Kaligrafi masih dipecah lagi dalam Kaligrafi Murni, kaligrafi kontemporer dan kaligrafi kolase.
Sementara itu, Gus Mushlih, pengasuh ponpes Miftahul Ulum Tlogobedah Desa Hulaan Kecamatan Menganti yang juga menjadi official dan pembina pada POSPEDA Gresik mengatakan, atlit minta doa restu kepada Bupati agar mereka yang akan bertanding mendapatkan kesuksesan.
“Karena momen POSPEDA ini tidak hanya membawa nama pondok pesantren dimana santri belajar, tetapi juga membawa nama harum Gresik”, ujarnya.(sho)
 

Artis ibukota hadiri deklarasi anti narkoba di Gresik
Support : coba ku banyangkan | gresik-satu template | gresik-satu template
Copyright © 2011. gresik-satu - Oke 86
Perubah Template Oleh gresik-satu.blogspot.com Publikasi oleh gresik-satu.blogspot.com
Kekuatan oleh gresiksatu