Gresik-Konflik berkepanjangan di tubuh PKB (Partai
Kebangkitan Bangsa) Gresik, semakin memuncak. Buktinya, mencuat ‘kudeta’
terhadap kepengurusan dewan tanfidz DPC PKB Gresik di bawah ketuanya, M Syafi’AM.
Hal tersebut terjadi setelah 12 pengurus anak cabang (PAC) se-kabupaten Gresik, diam-diam membubuhkan tanda-tangan dalam surat mosi tak percaya kepada dewan tanfidz. Mereka menuntut agar digelar Muscablub (musyawarah cabang luar biasa). Pasalnya, para pimpinan dewan tanfidz di bawah komando Syafi’AM, dianggap sudah tak lagi sejalan dengan dewan syuro.
Informasinya, ada beberapa PAC yang mendukung upaya mosi itu. Di antaranya PAC PKB Cerme, PAC Benjeng, PAC Gresik, PAC Kebomas,Bungah, Dukun, Menganti, Wringinanom, Duduksampeyan, Sidayu, Ujungpangkah dan Sangkapura. Bahkan, beberapa pengurus di internal dewan syuro maupun tanfidz juga mendukung upaya mosi tersebut.
Hal tersebut terjadi setelah 12 pengurus anak cabang (PAC) se-kabupaten Gresik, diam-diam membubuhkan tanda-tangan dalam surat mosi tak percaya kepada dewan tanfidz. Mereka menuntut agar digelar Muscablub (musyawarah cabang luar biasa). Pasalnya, para pimpinan dewan tanfidz di bawah komando Syafi’AM, dianggap sudah tak lagi sejalan dengan dewan syuro.
Informasinya, ada beberapa PAC yang mendukung upaya mosi itu. Di antaranya PAC PKB Cerme, PAC Benjeng, PAC Gresik, PAC Kebomas,Bungah, Dukun, Menganti, Wringinanom, Duduksampeyan, Sidayu, Ujungpangkah dan Sangkapura. Bahkan, beberapa pengurus di internal dewan syuro maupun tanfidz juga mendukung upaya mosi tersebut.
Sementara DPAC yang tidak menandatangani yakni Manyar, Driyorejo,
Kedamean, Balongpanggang, Tambak dan Panceng.
Hanya saja, gerakan itu dilakukan secara diam-diam. Meski demikian, upaya itu ternyata lumayan serius. Kabarnya, mosi tak percaya itu sudah dibawa para pengurus PAC pro-mosi tiadk percaya itu
ke level DPW PKB Jatim maupun DPP PKB.
Hal itu bisa dilihat dari sikap sebagian PAC pro-mosi. Rata-rata, mereka ogah berkomentar. Hanya beberapa pengurus saja yang akhirnya mau buka kartu. Salah satunya adalah ketua PAC Gresik, H. Sugiarto. Dia akhirnya mengakui adanya upaya mosi tidak pecaya itu.
Hanya saja, gerakan itu dilakukan secara diam-diam. Meski demikian, upaya itu ternyata lumayan serius. Kabarnya, mosi tak percaya itu sudah dibawa para pengurus PAC pro-mosi tiadk percaya itu
ke level DPW PKB Jatim maupun DPP PKB.
Hal itu bisa dilihat dari sikap sebagian PAC pro-mosi. Rata-rata, mereka ogah berkomentar. Hanya beberapa pengurus saja yang akhirnya mau buka kartu. Salah satunya adalah ketua PAC Gresik, H. Sugiarto. Dia akhirnya mengakui adanya upaya mosi tidak pecaya itu.
”Memang benar mosi itu muncul. Sampai sekarang ada 12 PAC
yang mendukung,” katanya saat dikonfirmasi wartawan kemarin.
Namun, dia masih belum bersedia menjelaskan secara gamblang soal munculnya wacana itu. ”Sampai sekarang masih bergulir. Kita lihat saja perkembangannya,” katanya singkat.
Konflik itu dipicu kekecewaan para pengurus dewan syura yang ‘ditinggal’ pengurus dewan tanfidz. Padahal, sesuai AD/ART, dewan syura merupakan pengurus tinggi. Persoalan ini pula yang membuat ketua dewan syuro PKB Robbach Maksum sempat berencana non-aktif dari posisinya. Nah, konflik ini lah yang membuat mayoritas PAC mulai kecewa. Sampai akhirnya muncul upaya mosi tersebut.
Sementara itu, ketua DPC PKB Gresik Syafi’AM kepada wartawan, mengaku tak tahu menahu soal munculnya upaya kudeta tersebut.
Namun, dia masih belum bersedia menjelaskan secara gamblang soal munculnya wacana itu. ”Sampai sekarang masih bergulir. Kita lihat saja perkembangannya,” katanya singkat.
Konflik itu dipicu kekecewaan para pengurus dewan syura yang ‘ditinggal’ pengurus dewan tanfidz. Padahal, sesuai AD/ART, dewan syura merupakan pengurus tinggi. Persoalan ini pula yang membuat ketua dewan syuro PKB Robbach Maksum sempat berencana non-aktif dari posisinya. Nah, konflik ini lah yang membuat mayoritas PAC mulai kecewa. Sampai akhirnya muncul upaya mosi tersebut.
Sementara itu, ketua DPC PKB Gresik Syafi’AM kepada wartawan, mengaku tak tahu menahu soal munculnya upaya kudeta tersebut.
”Terus terang saya nggak tahu. Sebab, saya tidak pernah tahu
suratnya seperti apa. Malah saya tahu dari sampeyan,” katanya.
Dia mengklaim jika saat ini sudah tak ada persoalan lagi di tubuh PKB. Termasuk gonjang-ganjing yang sempat melanda tubuh partai ini.
Dia mengklaim jika saat ini sudah tak ada persoalan lagi di tubuh PKB. Termasuk gonjang-ganjing yang sempat melanda tubuh partai ini.
”Semua kan sudah diselesaikan beberapa waktu lalu,” katanya.(sho)


Posting Komentar