KEBOMAS-PartaiAmanat Nasional (PAN) tidak mempersoalkan kenaikan parliamentiary
threshold (PT) atau syarat ambang batas bagi parpol masuk ke parlemen dalam
Pemilu 2014 mendatang. Sebab, PAN meemiliki basis konstituen yang jelas.
“Kita siap saja, berapapun PT yang ditetapkan. Target yang
kita tetapkan, ada kenaikan 2 digit sehingga perolehan kursi PAN 10 persen di
parlemen dalam Pemilu 2014 nanti,”tandas Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu)
DPP PAN, Viva Yoga Mauladi seusai membuka Musda III DPD PAN Gresik, kemarin.
Hanya saja, PAN mendesak kepada panitia khusus (pansus) DPR
RI bersama eksekutif ketika membahas pasal-pasal dalam rancangan UU Pemilu
sebagai perubahan atas UU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD,
dan DPRD, harus berdasarkan teori-teori politik.
Sebab, pemilu di Indonesia tidak menerapkan
teori-teori politik secara murni. Untuk itu, UU Pemilu harus obyektif dan
sesuai secara akademik.
“Kalau pakai pendekatan akademik yang obyektif, PT
seharusnya hanya 2 persen,”tandasnya.
Anggota DPR dari Dapil X ini menilai, bahwa, penyederhanaan
parpol yang dijadikan argumentasi pemerintah maupun partai besar dengan
menetapkan PT lebih tinggi sehingga meningkatkan efektifitas sistim
presidensil, tidak tepat.
“Ini kebijakan yang menyesatkan. Bukan jumlah partai yang
harus diperkecil jumlahnya,”tandas Viva Yoga Mauladi dengan nada sengit.
Menurutnya, sistim presidentil akan kuat apabila komposisi perolehan
kursi parpol di parlemen, ada yang dominan. Selain itu, ada perbedaan ideoligis
partai politik yang ekstrem serta kepemimpinan dari eksekutif yang tegas.
“Saat ini, tidak ada parpol yang dominan maupun perbedaan
ideology yang ekstrem. Selain itu, figur kepemimpinan seorang Presiden harus
kuat, tidak lebay,”imbuhnya.
Kalaupun PT ditetapkan 4 persen, sambung Viva Yoga Mauladi,
PAN tetap optimis dapat melampaui. Alasannya, PAN memiliki basis konstituen
serta membuka konstituen baru dari pemilih pemula, pemuda, nelayan maupun
petani. Apalagi, mass floating masih sebesar 50 persen yang masih bisa digarap
hingga Pemilu 2014 nanti.
“Sudah kita gerakkan untuk merangkul pemilih pemula, nelayan
maupun petani. Seperti di Gresik, saya perjuangkan petani untuk mendapatkan
dana pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) sebesar Rp. 100 juta untuk
setiap gabungan kelompok tani,”pungkasnya.(SHO)



Posting Komentar