GRESIK-Suasana duka masih menyelimuti keluarga Eko Agung Nugroho (30) sopir dump truk yang berdomisili dirumahnya yang berada di Desa Tulung Kecamatan Kedamean.
Akibat kebrutalan Bonek yang melempari Eko Agung Nugroho setelah menyerempet konvoi Bonek yang hendak menonton sepak bola di Gelora Bung Tomo (GBT), kini Suprihatin (31) harus menjadi janda dan Rian Adi Putro (3) menjadi anak yatim.
Bukan itu saja, Alm. Eko Agung Nugroho merupakan tulang punggung ekonomi keluarganya. Maka, kepergiannya yang mendadak dengan mengenaskan, membuat beban keluarganya semakin berat.
Kendati demikian, Suprihatin hanya bisa pasrah menjalani suratan yang menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
"Tidak ada tanda-tanda ataupun firasat sebelumnya kalau kepergiannya begitu cepat. Semuanya mengalir seperti biasanya,"ujarnya dengan duka mendalam kepada wartawan yang menemui dirumahnya yang mungil, Senin (29/04).
Keluarganya hanya bisa pasrah dan menyerahkan kasus pengeroyokan tersebut ke penegak hukum supaya mendaptkan keadilan.
"Kami sangat terpukul dengan kepergiannya. Yapi, kami hanya bisa pasrah dan menyerahkan ke penegak hukum,"ujar Husen Sungkono, paman Alm. Eko Agung Nugroho.
Sebagaimana diketahui Agung Eko Nugroho tewas setelah dikeroyok segerombolan supporter Persebaya karena dump truk truk nopol W-8909-UY menyerempet konvoi Bonek yang hendak menonton pertandingan sepak bola di Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (28/04) tersebut.
Kejadiannya berawal ketika Agung Eko Nugroho sedang mengendarai truk nopol W-8909-UY yang berjalan dari Menganti arah ke Kedamean.
Ketika melintas di Jalan Raya Desa Mojotengah Kecamatan Menganti tepatnya di depan pabrik PT.Weltes berpapasan dengan konvoi sepeda motor Bonek.
Karena menyerempet salah satu sepeda motor gerombolan konvoi hingga jatuh. Namun, sopir dump truk yang ketakutan tidak berhenti untuk memberi prtolongan. Akhirnya, peserta konvoi emosi dan mengejar sopir dump truk itu.
Sesampai di pertigaan Kedamean, lalu lintas macet, akhirnya dump truk dilempari dengan batu-batu besar. Setelah puas, Bonek berhamburan melanjutkan perjalanan menonton sepak bola.
Kemudian, warga membawa Agung Eko Nugroho ke Kinik Al-Shifa Desa Tanjung Kecamatan Kedamean untuk mendapat perawatan. Sayang, nyawanya Agung Eko sudah tak tertolong.(sho)
Keluarga Korban Kebrutalan Bonek, Pasrah Ke Penegak Hukun
Written By gresik satu on Senin, 29 April 2013 | Senin, April 29, 2013
Label:
humaniora


Posting Komentar