GRESIK-Pembatasan subsidi BBM jenis solar berimbas pada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Sebab, terjadi penurunan distribusi sekitar 30%. Padahal, pihak ekspedisi sudah menambah armada angkutannya.
Problem solving yang diambil oleh PT. Semen Indonesia (Perserro) Tbk yakni melakukan kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai alternatif angkutan yang memiliki kapasitas lebih representatif.
"Dalam waktu dekat, kita MoU dengan KAI,"ujar Kepala Biro Humas PT SI, Harry Subagyo didampinggi Kasi Media dan Eksternal, M Faiq Niyazi SH pada wartawan,Kamis (25/04)
Diakuinya, kelangkaan solar sangat berpengaruh pada distribusi semen. Sehingga truk kembali dari tempat tujuan bisa 2 sampai 3 hari. Realitas tersebut menyebabkan tersendatnya distribusi.Padahal, permintaan pasar pada pada awal Triwulan II mulai membaik.
Dikhawatirkan, tersdendatnya distribusi berpengaruh pada konsumsi semen bisa anjlok.
Karena, armada yang melakukan istribusi semen ke berbagai daerah, mayoritas menggunakan BBM jenis solar baik darat maupun laut.
" Apabila kondisi tersebut terus berlarut dan tidak kunjung ada titik terang kepastian pasokan BBM jenis solar bisa lancar seperti biasanya, kita khawatir distribusi semen, akan mengalami penurunan,"paparnya.
Implikasinya, pertumbuhan konsumsi PT Semen Indonesia (persero) Tbk, sepanjang triwulan kedua pada tahun 2013 ini, akan melambat bila dibandingkan pertumbuhan periode yang sama pada tahun 2012 lalu.
Kendati ada kelangkaan solar, berdasarkan hasil pantauan area manager di beberapa kota, belum ada kenaikan harga jual di lapangan. Selain itu, koorporasi juga tidak menaikkan harga tebus untuk pelanggannya yang di beli konsumen secara eceran.(sho)


Posting Komentar