GRESIK-Buruh diwarning oleh Kapolres Gresik, AKBP Achmad Ibrahim SIK, M.Si agar tidak melakukan sweeping dan anarkistis dalam melaksanakan Peringatan May Dayatau Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei.
Apabila buruh melakukan sweeping dan anarkis, kata Kapolres Gresik, maka pihaknya bakal menindak tegas karena sweeping menjurus tindak pidana.
"Kita menyiapkan sejumlah penyidik untuk memproses semua tindak anarkistis dan sweeping buruh ke pabrik-pabrik,"katanya seusai gelar pasukan dan peralatan menjelang May Day yang berlangsung di Mapolres Gresik, Selasa (30/4).
Ditambahkan, para pengusaha telah membuat kesepakatan untuk menyertakan serikat pekerjanya dalam memperingati Hari Buruh tersebut. Sehingga, dia berharap ribuan buruh melakukan tindakan yang benar dan tidak melakukan perusakan.
"Sehingga May Day bisa tetap aman, damai dan tertib,"harapnya.
Untuk pengamanan May Day, Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim mengaku telah menyiapkan sekitar 1000 personildari semua unsur kesatuan, Sabhara, Reskrim, Intelkam dan Reskoba. Selain itu, ada tambahan seratus personil dari TNI.
"Kami juga di backup dua peleton Brimob Polda Jatim,"terangnya. Peralatan yang dipersiapkan mobil water canon, tameng, senso, motor trail, baju antihuru hara hingga gas air mata. Semua peralatan penghalau demo anarkis telah diujicobakan di Mapolres Gresik.
Sasaran unjuk rasa dengan agenda diantaranya, penegakan hukum ketenagakerjaan, hapus outsourcing dan tolak upah murah tersebut kantor Bupati, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan terakhir di gedung DPRD Gresik di Jalan KH.Wachid Hasyim.(sho)
Polres Gresik Warning Buruh Tak Sweeping dan Anarkis
Written By gresik satu on Selasa, 30 April 2013 | Selasa, April 30, 2013
Label:
Hukum


Posting Komentar