Headlines News :
Home » , , » Salahkan Keluarga Gakin Beri Minum Rumput Fatima

Salahkan Keluarga Gakin Beri Minum Rumput Fatima

Written By gresik satu on Selasa, 30 April 2013 | Selasa, April 30, 2013

GRESIK-Pengaduan Agus Budiyanto (24) warga Desa Gading RT. 03 RW.01 Kecamatan Driyorejo yang merupakan suami dari Alm. Diah Agustin Dewi Lestari (20) pasien keluarga miskin (Gakin) yang meninggal beserta janin dalam rahimnya di RSUD Ibnu Sina beberapa waktu lalu setelah mendapat pelayan disriminatif karena pemegang kepesertaan jaminan persalinan (Jampersal), ditindaklanjuti oleh Komisi D dengan melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Ibnu Sina, Selasa (30/04).
Rombongan Komisi D langsung dipimpin oleh Ketuanya, Drs. Chumaidi Ma'un bersama Hj. Lilik Hidayati dan Mujid Riduan. Hasilnya, ada beberapa temuan menarik yakni pihak keluarga yang mengambil jenazah Alm Diah Agustin Dewi Lestari dari RSUD Ibnu Sina, tidak jelas.
"Pihak keluarga juga mengaku tidak diberikan surat kematian dari rumah sakit,"tukas Mujid Riduan dengan sengit.
Namun, Kasubag Rawat Inap RSUD dr. Wiwik Tri Rahayuningsih yang mendampingi Direktur RSUD Ibnu Sina, dr. Endang Puspitawati membantah dengan tegas.
"Ketika pasien meninggal, kita berikan surat kematian untuk mengantar jenazah. Ini, ada bukti tanda tangan pengambilan dari keluarganya,"ujar dr. Wiwik sambil menunjukkan buku catatan pengambilan jenasah.
Dijelaskannya, pasein umum ataupun jampersal tidak ada diskriminasi pelayanan di RSUD Ibnu Sina. Yang membedakan hanya fasilitas karena pasien umum membayar sendiri.
Terkait meninggalnya pasien Gakin Alm. Diah Agustin Dewi Lestari, menurut dr. Wiwik Tri Rahayuningsih karena keluarganya memberikan minum Rumput Fatima tanpa sepengetahuan bidan maupun tim medis. Konon, Rumput Fatima untuk memperlancar proses persalinan.
"Pengakuan keluarganya kepada bidan disini, sebelum kondisinya pasien semakin drop dan memburuk hingga meninggal dunia setelah diberi minum Rumput Fatimah. Kemudian muntah-muntah. Padahal, kondisinya sudah mulai membaik setelah tranfusi darah sampai 3 bags karena Hb (hemoglobin) sangat rendah ketika masuk disini. Ketika Hb rendah, tak mungkin dilakukan operasi cesar (untuk persaliinan),"tuturnya.
Pemberian tranfusi darah maupun obat pendorong proses persalinan dilakukan bidan berdasarkan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Sehingga, semua tindakan medis dilakukan sesuai prosedur.
Hanya saja, pihak RSUD Ibnu Sina mengakui ketika pasien mengalmi sesak nafas dan meminta oksigen, ada sedikit trouble saluran oksigen yang terpasang secara sentralistik di dinding kamar inap.
"Kita berikan tabung oksigen, lalu sudah tidak sesak nafas. Tapi, tidak bayar sepeserpun karena pasien jampersal gratis,"tegasnya.
Kendati begitu, Ketua Komisi D DPRD Gresik Chumaidi Maun menegaskan,bahwa, pelayanan rumah sakit tetap mendapat angka merah di masyarakat. Sebab, sudah berkali-kali dilaporkan pasien melakukan tindakan diskriminatif terhadap pasien darin keluarga miskin.
"Misalnya pemberitaaan meninggalnya pasien Jampersal dari Driyorejo. Apapun alasannya, fakta memang pihak keluarga mengeluhkan layanan RSUD Ibnu Sina hingga paisen meninggal. Ini menambah deret panjang persoalan," tukasnya.
Setelah melakukan klarifikasi, Komisi D menunjau ruang inap pasien gakin di RSUD Ibnu Sina.(sho)


Share this post :

Posting Komentar

 
Support : coba ku banyangkan | gresik-satu template | gresik-satu template
Copyright © 2011. gresik-satu - Oke 86
Perubah Template Oleh gresik-satu.blogspot.com Publikasi oleh gresik-satu.blogspot.com
Kekuatan oleh gresiksatu