GRESIK-Pro dan kontra pembangunan stadion olahraga (SOR) di Gunung Lengis Desa Segoromadu Kecamatan Kebomas terus berkesinambungan. Jika selama ini, komponen masyarakat mengatasnamakan Gerakan Peduli Lengis (GPL) dengan keras menolak pembangunan stadion yang menyedot APBD Gresik sebesar Rp. 230 milyar.
Kemarin (6/3), giliran kelompok yang pro pembangunan stadion melakukan unjukrasa di gedung DPRD Gresik. Mereka berasal dari Ultras Mania-julukan supporter fanatic Gresik.
Dengan menumpang pikap serta ratusan sepeda motor, Ultras Mania melakukan konvoi keliling kota dengan pengawalan polisi sebelum menuju ke kantor dewan. Tak lupa mereka membentangkan berbagai spanduk dukungan pembangunan stadion serta mengecam pihak yang menolak. Diantaranya, “Pabrik Akeh Supermarket Merajalela Stadion Tidak Punya, Percepat Pembangunan Stadion dan Realisasikan Stadion Tahun Ini.
“Kota Gresik menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang tidak memiliki stadion,”teriak M.Cholil, salah satu pengunjukrasa dalam orasinya.
Sempat terjadi aksi saling dorong antara petugas dengan pengunjukrasa yang memaksa untuk masuk ke kantor DPRD Gresik untuk menemui pimpinan dewan. Namun, setelah ada kepastian pimpinan dewan bersedia menemui pengunjukrasa, akhirnya 10 orang perwakilan ditemui oleh 3 Wakil Ketua DPRD Gresik.
Dialog di ruang rapat pimpinan berjalan singkat karena pimpinan dewan sepakat dengan tuntutan pengunjuk rasa. Sehingga, Wakil Ketua DPRD yakni Susianto, Nur Hamim maupun Hadi Kusono bersedia meneken kesepakatan untuk pembangunan stadion tersebut.
“DPRD sudah menyetujui dan tidak ada kata lain. Tinggal pembangunannya saja. Kita serang Pemkab Gresik untuk segera membangun,”ujar Ketua Ultras, Ludiono yang membacakan hasil kesepakatan dihadapan Ultras Mania.
Selanjutnya, mereka bergerak menuju kantor Bupati Gresik. Tak lama, mereka disambut Bupati Sambari Halim Radianto yang ditodong memenuhi empat kompensasi. Yakni sekretariatan Ultras selama aktifitas, satu stand dan dilibatkan pengurusan parkir di stadion baru Gunung Lengis, satu stand di Wahana Kreasi Tlogodendo (WKT) dan dana pembinaan atau insidental setiap bulan.
"Sebenarnya demo ini salah alamat. Karena dari awal kami bersama dewan punya komitmen membangun stadion. Tapi kami pun siap memenuhi komitmen Ultras," ujar Bupati Sambari usai menandatangani kompensasi dukungan Ultras.
Sementara itu, Ketua Umum Ultras Gresik, Ludiono kepada wartawan menyambut baik sikap Bupati dan Dewan. Untuk itu, Ultras siap mengamankan dan mendukung pembangunan stadion di Gunung Lengis. Karena, pihaknya tidak ingin setiap pertandingan sepak bola yang digelar di Gresik menyewa lapangan.
"Semoga ini menjadi awal pembinaan bola yang baik," tukasnya seraya meminta massa Ultra bubar dengan tertib. (sho)


Posting Komentar