Gresik- Ada nuansa yang
berbeda pada suasana apel pagi di halaman Pemkab Gresik, kemarin. Sebab, para
pegawai negeri sipil (PNS) harus menggunakan pakaian khas Gresik sebagai pengganti pakian
seragam harian (PSH). Kebijakan tersebut berlangusng selama 3 hari dalam rangkaian
peringatan HUT Pemkab Gresik ke 38 yang jatuh pada 27 Pebruari dan Hari Jadi Kota
Gresik ke 525 yang jatuh ada 9 Maret 2012.
“Mirip suasana halal-bihalal,”
ujar Bupati Gresik, Dr. Sambari Halim Radianto ketika memimpin apel.
Kesan meriah justru tampak pada barisan
para ibu. Busana mereka yang beraneka ragam warna serta modelnya sesuai kreasi masing-masing. Ada saja yang unik. Misalnya ada sebagian ibu-ibu mengatakan
capek saat melaksanakan apel. Pasalnya, mereka jarang
memakai sandal high heels dan berkebaya. Bahkan, kakinya merasa kesemuatan saat berdiri ikut apel.
“Capek pak”ujar Iik Ambarwati,
salah satu staf di Bagian Humas.
Sementara itu, Kabag Humas
Pemkab Gresik, Andhy Hendro Wijaya mengatakan, busana khas Gresik intinya ada
pada kurosi (kerudung sarung ) ternyata telah mendapat banyak kreasi dari para
ibu. Selain bahan yang telah berubah juga ada penambahan apliikasi.
“Sekarang kurosi terbuat dari
bahan yang lembut, tipis dan modis. Kalau dulu kurosi ini terbuat bahan yang
kuat sehingga kuat. Kalau dulu kurosi berfungsi ganda. Selain sebagai kerudung
penutup aurat, kurosi juga dipakai sebagai pembawa beban. Misalnya kalau
dipakai kepasar kurosi ini dipakai untuk membawa barang belanjaan namun dengan
beban yang tidak terlalu berat, ”tuturnya.(sho)



Posting Komentar