GRESIK-Pabrik keramik PT Platinum yang terletak di Desa Lebani Waras Kecamatan Wringinanom
meminta korban.. Tukang las bernama Anjik (33) warga Desa/Kecamatan Pesantren
Kabupaten Kediri, tewas setelah terjatuh dari ketinggian 2 meter ketika mengerjakan
pengelasan.
Kejadian bermula, saat Anjik melakukan pengelasan. Tiba-tiba, korban terjatuh dari atas yang diduga sebelumnya tersengat listrik. Korban mengalami luka pada bagian kepala belakang, kening dan leher patah.
Melihat ada temannya terkapar, salah satu pekerja berusaha untuk menolong dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Sayangnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan. Akhirnya dilaporkan ke Polsek Wringin Anom
Setelah mendapatkan laporan, tim Polsek Wringin Anom dan identifiksi Polres Gresik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa luka korban.
Menurut keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut, diduga
Kejadian bermula, saat Anjik melakukan pengelasan. Tiba-tiba, korban terjatuh dari atas yang diduga sebelumnya tersengat listrik. Korban mengalami luka pada bagian kepala belakang, kening dan leher patah.
Melihat ada temannya terkapar, salah satu pekerja berusaha untuk menolong dan membawanya ke Puskesmas terdekat. Sayangnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan. Akhirnya dilaporkan ke Polsek Wringin Anom
Setelah mendapatkan laporan, tim Polsek Wringin Anom dan identifiksi Polres Gresik melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa luka korban.
Menurut keterangan sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut, diduga
"Setelah tersengat listrik diatas, korban jatuh dan
meninggal dunia " kata salah satu saksi temannya kepada petugas.
Kasat reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Nur Hidayat, membenarkan kejadian itu, "Untuk sementara kami masih belum bisa menyimpulkan, apakah humman error (kesalahan manusia red) atau ada faktor penyebab lain, karena masih dalam penyelidikan,”tukasnya.(sho)
Kasat reskrim Polres Gresik AKP Mohammad Nur Hidayat, membenarkan kejadian itu, "Untuk sementara kami masih belum bisa menyimpulkan, apakah humman error (kesalahan manusia red) atau ada faktor penyebab lain, karena masih dalam penyelidikan,”tukasnya.(sho)


Posting Komentar